Ku buka mata hati ini..
Kau dekat disini..
Walau jauh dari raga ini..
Namun ku tetap menanti hingga akhir..
Kerinduan begitu pekat dalam hatiku..
Tak sanggup untukku menahan sedih..
Saat kau tak ada disisiku..
Dan ku hanya dapat menanti..
Kau di hatiku..
Adalah senandung kalbu..
Yang tetap terdengar..
Dalam pekatnya rindu ini..
Hanya penantian..
Menanti kau pulang..
Kembali disini..
Untukku yang kau cinta..
Waktu terus bergulir..
Dengan silih berganti..
Tapi aku hanya bisa menunggu dan menanti..
Kau datang padaku kekasih hatiku yang jauh
Bicaralah
Lengkaplah sudah sepi ini mengurung sendiriku Terkulai dikunyah nelangsa yang berapi-api Menyusuri jalanan lengang Bersimbah angan tanpa tujuan Dalam derap gerimis yang pongah menghujam Terbuai wajahmu menyusup bertubi-tubi Membawa sebaris kata bahagia yg menenggelamkan nurani Di atas pengharapan tak berkesudahan Tentang rindu kusam Tentang cinta terbuang Mengutip satu namamu di antara keluh kesah Gundah gelisah, air mata, dan lara Masihkah ada sedikit senyum darimu Di batas penantianku yang kini makin terbata Jika masih ada ruang di hatimu Untukku, sedikit saja, tolong bicaralah Pada tanah membentang Pada pohon-pohon rindang Dan angin yang mengusik keangkuhan Setidaknya biar ada tanda yg bisa kubaca dan kuraba Janganlah sepi yang hadir Janganlah semu yang membeku
Komentar
Posting Komentar