Tentang yang masih bertahan meskipun sudah hampir patah
aku sudi menjadi yang bukan aku. aku sudi merelakan banyak waktu, menuruti segala inginmu, menahan rindu dan cemburu, menjadi yang kau mau, demi melenyapkan pilu di hatimu. aku sudi bermuka dua. aku sudi menenggelamkan egoku. menggelayut dalam senja, meredam pedih. meraba malam, menunggu pagi. masih seperti kala itu, akunya kamu, seperti inginmu. namun mengapa kamu seolah buta? seolah aku di matamu hanya manusia, yang tak berharga, yang bukan siapa-siapa. rekah luka pada dadaku sia-sia. peluh pada keningku tak berguna. betapa jiwaku dirundung rasa kecewa. berapa harga yang kau labelkan padaku? ...