Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Tentang yang masih bertahan meskipun sudah hampir patah

Gambar
aku sudi menjadi yang bukan aku. aku sudi merelakan banyak waktu, menuruti segala inginmu, menahan rindu dan cemburu, menjadi yang kau mau, demi melenyapkan pilu di hatimu.                     aku sudi bermuka dua.           aku sudi menenggelamkan egoku.           menggelayut dalam senja,           meredam pedih.           meraba malam, menunggu pagi.           masih seperti kala itu,           akunya kamu, seperti inginmu. namun mengapa kamu seolah buta? seolah aku di matamu hanya manusia, yang tak berharga, yang bukan siapa-siapa. rekah luka pada dadaku sia-sia. peluh pada keningku tak berguna. betapa jiwaku dirundung rasa kecewa.                     berapa harga yang kau labelkan padaku?     ...

3 Oktober 2017

Hallo bagaimana kabarmu ? Kian hari kita semakin jauh. Ruang percakapan dari mu kian jatuh. Entah kenapa bisa begitu aku pun tak tahu. Mungkin kesalahanku yang menaruh hati padamu. Padahal jelas sekali bahwa kehadiranmu hanya ingin sekedar menghabiskan waktu. Mungkin kesalahan ku terlalu cepat menambatkan perasaan. Padahal jelas sekali kehadiranmu hanya menambah daftar teman dalam kontak kehidupanmu bukan ? Teruntuk semua itu,ku akui semua itu kesalahanku. Diriku menyadari bahwa cinta yang ku jalani ini satu arah. Padahal sejatinya cinta itu berbicara dua arah dengan menggunakan kata "Saling". Saling mencintai. Saling menyayangi. Saling menyemangati. Tapi itu tidak berlaku untukku. Aku mencintai,tapi dia malah ber-komedi. Aku menyayangi,tapi dia malah menolak untuk menyadari. Aku menyemangati,tapi hanya ucapan terima kasih yang dia beri. Kasian sekali diriku ini. Berjalannya waktu aku menyadari bahwa kehadiranku di hidupmu tidak berpengaruh apapun. B...

27-7-2017

Sulit untuk menolak jatuh cinta padamu. Karena bibirmu mengucap cinta di telingaku, karena matamu berkata cinta pada mataku, karena pelukmu sehangat angin pagi, karena kecupmu semanis greentea latte di sore hari, dan hangatnya napasmu yang berembus di dekat tengkuk leherku-- adalah kebahagiaan nyata yang sepenuhnya aku tunggu. Namun, kesetiaanku yang selalu menunggumu, ternyata tidak mampu membuatmu untuk tetap tinggal. Hari ini kau di sini, besok kau akan ke sana dan ke mari. Hari ini kau bersamaku, besok entah dengan siapa, aku bahkan tidak tahu. Kausengaja simpan jutaan teka-teki yang tidak bisa aku pecahkan, membiarkan aku terus menebak-nebak, membiarkan aku terus berharap, membiarkan aku berdiam dalam muak. Tidak mungkin kau tak tahu bahwa aku mencintaimu. Tidak mungkin kau tidak menyadari, saat begitu ringan kau angkat tubuhku, menyandarkanku dengan sengaja di dinding, menciumiku dengan bibir lembutmu, dan kau tatap begitu dalam mataku, lalu waktu terhenti di situ. Tida...

22 MARET 2017

Akhirnya aku belajar melepasmu, bukan karena aku tidak lagi mencintaimu. Bukan juga karena sayangku sudah habis di dalam hati. Namun, aku sadar, mencintaimu sendirian bukanlah cinta yang wajar. Aku dibunuh debar-debar dada dan kecemasan akan kenangan berselimut luka. Itulah mengapa aku belajar melepasmu. Sebab, aku tahu cinta terbaik akan selalu pulang, jika kau tidak kunjung datang, barangkali kau memang di takdirkan sebatas kisah yang hanya layak tersimpan sebagai kenang