27-7-2017

Sulit untuk menolak jatuh cinta padamu. Karena bibirmu mengucap cinta di telingaku, karena matamu berkata cinta pada mataku, karena pelukmu sehangat angin pagi, karena kecupmu semanis greentea latte di sore hari, dan hangatnya napasmu yang berembus di dekat tengkuk leherku-- adalah kebahagiaan nyata yang sepenuhnya aku tunggu.

Namun, kesetiaanku yang selalu menunggumu, ternyata tidak mampu membuatmu untuk tetap tinggal. Hari ini kau di sini, besok kau akan ke sana dan ke mari. Hari ini kau bersamaku, besok entah dengan siapa, aku bahkan tidak tahu. Kausengaja simpan jutaan teka-teki yang tidak bisa aku pecahkan, membiarkan aku terus menebak-nebak, membiarkan aku terus berharap, membiarkan aku berdiam dalam muak.

Tidak mungkin kau tak tahu bahwa aku mencintaimu. Tidak mungkin kau tidak menyadari, saat begitu ringan kau angkat tubuhku, menyandarkanku dengan sengaja di dinding, menciumiku dengan bibir lembutmu, dan kau tatap begitu dalam mataku, lalu waktu terhenti di situ. Tidak mungkin kau tidak melihat cinta di mataku. Tidak mungkin kau tak menyadari, perempuan ini hanya padamu memberi hati. Tidak mungkin kamu tidak mengerti, ada aku yang terluka di sini.

Kau terus berbuat seperti ini. Memelukku, menciumiku, menghabiskan waktu beberapa saat sambil kita berdua menatap langit-langit kamar, lalu kau pergi lagi bergumul dengan duniamu, dunia yang tidak pernah melibatkan aku. Mungkin aku hanya kau butuhkan, sebagai penghilang kesepian. Salahku memang, yang terlalu serius mencintai dan menggilaimu.

Sebagai yang tak dianggap, aku tak berhak meminta dan menuntut. Silakan kau pergi sesuka hati, lakukan apapun yang kau mau, asal berjanjilah untuk kembali. Karena aku selalu menunggu dan menatap layar ponsel, berharap ada ucapan "hai" darimu.

Tolong, maafkan kebodohanku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketauilah !

#diarymamo